6 Days in Iceland – Part 2

Chapter 4 : The Golden Circle

DSC00342
View di Minniborger Cottage

19 Desember 2017

Morning! Bangun dengan perasaan lega, why? karena suara hujan udah ga kedengeran lagi so it is actually a good news. Oh wait, gw udah bilang belum kalau cuaca di iceland sering berubah? Ga lama kemudian hujan turun lagi, and i was like “why oh why” “please stop the rain”. I guess God listened to our screaming pray. Sekitar jam 10 pagi akhirnya segala kemendungan mulai sirna oleh mentari pagi (cuma seuprit sih), tapi better than mendung kan.  Berhubung tugas gw adalah susun itin, so tadi malem i have arrange some places to visit around The Golden Circle area. Terletak sekitar 300 km dari kota Reykjavik, Golden Circle adalah salah satu tempat favorit untuk dikunjungi. Golden Circle sendiri terdiri dari banyak tempat. Kalau mau dikunjungi semuanya kalian harus gerak cepet banget, jangan berlama lama di satu spot. Unfortunately i have to cancel some places. Beberapa spot di Golden Circle adalah  Thingvellir National Park, Geysir, Gulfoss Waterfall, Kerid Crater, Katedral Skalholt.

DSC00379
Kerid Crater

Lokasi terdekat dari penginapan kami adalah Kerid Crater. Hanya berkisar 10 menitan kami udah sampai dilokasi ini.  Kerid Crater adalah kawah danau volkanik. Kalian bisa berjalan mengelilingi kawah ini dan juga bisa turun ke danau tersebut. Guys inget ya disaat winter ini banyak banget salju yang beku jadi sepatu kalian harus proper, kalau perlu beli alat tambahan untuk dipasang sebagai alas sepatu supaya ga licin. Gw sendiri sempet hampir jatuh. Dan karena sepatu yang kurang memadai, i decided not to go down to the lake. Karena gw sempet terpisah dari ke3 temen yang lain, gw cukup panik karena takut mereka nungguin kelamaan. Walaupun in the end ternyata gw yang nungguin mereka di parkiran. I think we spend around 1.5-2 hours in this place. Kawah ini sendiri berumur sekitar 3000 tahun. Biaya masuk ke lokasi ini adalah 400 isk.

DSC00407
Bruarfoss Waterfall

Tempat selanjutnya yang kita kunjungi adalah Bruarfoss Waterfall. Ternyata tempat ini bukanlah tempat favorit tourism. So this place is more like a hidden gem in iceland. Pada saat kita disana juga cuma sedikit yang lalu lalang, less than 10 people. Bahkan pada saat kita sampe di lokasi air terjunnya, hanya ada kita. Dengan bermodalkan gps, kita tiba di lokasi parkir Bruarfoss waterfall ini. Sampe disana kita bengong karena cuma ada 2  mobil termasuk mobil kita. Dari lokasi parkir sendiri, ga langsung serta merta kita bisa lihat air terjunnya. Ga ada petunjuk yang jelas menuju lokasi air terjun, sehingga lagi lagi bermodalkan peta gps, kita jalan kaki sembari dengerin suara dari air terjun (semacam petualang gitu deh, dengerin suara untuk nentuin arah LOL). Eh tapi modal suara dan gps, we found it loh. Berhubung cuma ada kita, maka puas puasin lah main main dan foto foto. Drone pun sempet diterbangin. To be honest i haven’t see the final result from the drone. Bruarfoss memang bukan tipe air terjun gagah ala ala Gulfoss atau Skogafoss waterfall. Bruarfoss adalah si waterfall junior. Tapi! airnya yang biru bikin si hidden gem ini jauh lebih cantik ketimbang beberapa saudarinya.

DSC00406
Bruarfoss Waterfall

Tempat selanjutnya adalah, well karena uda sekitar jam 1 siang, then i know only left 1 spot to go before the dark coming down. Rencana awalnya adalah ngeliat semburan air panas di Geysir atau Strokkur. Kalau boleh saran, lebih baik kalian pergi ke Strokkur karena geyser nya lebih aktif. This is where i made mistake. Karena gw berpikir Strokkur itu deket sekali sama Reykjavik, so i thought let’s skip this one today and we will visit it later at last day. Gw jelasin later ya. In the meantime, karena gw skip geysir, next place adalah Gulfoss waterfall. Terletak di sungai putih, namanya sendiri berarti air terjun emas. Gulfoss ialah salah satu pemandangan spektakuler di Iceland, menjadikan tempat ini sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Kegagahan air terjun ini bikin siapapun yang ngeliat akan terpukau. Sayang banget, saat kita tiba di tempat ini, cuaca uda mendung dan mulai turun salju yang cukup lebat dengan hembusan angin yang ga kalah kenceng.

DSC00429
Gulfoss Waterfall

Tujuan selanjutnya adalah ke penginapan Horgsland Guesthouse. Konon di lokasi ini biasanya Northern Lights suka muncul. But too bad, hari ini ramalan aurora menyatalan kalau sinyalnya sangat lemah sehinggi mustahil untuk muncul walaupun langit sangat cerah. Rencana awal adalah selesai Golden Circle, akan mengunjungi Seljalandsfoss dan Skogafoss. Namun apa mau dikata, keadaan udah sangat gelap so i have to cancel to visit those waterfalls. But in the end, saat perjalanan kita lihat ada tempat yang terang banget dari kejauhan. Then i immediately checking what is that place. Turn out, it is the infamous seljalandsfoss. So we decided to make a quick stop. Jujur ya dalam keadaan gelap dan malam gitu, terkesan agak agak mistik angker gimana gitu. Gak berlama lama di lokasi itu, kita putusin untuk langsung jalan lagi. Jujur sepanjang perjalanan kita berharap kalau kalau si sinar hijau muncul. But she is too shy.

 

Chapter 5 : Sub Zero

ORG_DSC00632

20 Desember 2017

Hari yang dinanti nantikan gw tiba. Glacier hiking dan visiting ice cave. I’m so pump to visit this place! Untuk hari ini, kalian ga bisa seenaknya hiking di glacier yah guys, uda pasti harus pake guide. Begitupun saat mengunjungi ice cave. Meeting pointnya adalah di sebuah mini cafe di Glacier Lagoon di Jokulsarlon. Sepenglihatan gw, semua yang menggunakan provider berkumpul di tempat itu. Seberang dari lokasi ini ada yang namanya Diamond Beach. Sebetulnya hanyalah pantai pasir hitam biasa, tapi yang unik adalah banyak bongkahan es bagaikan berlian raksasa disepanjang pantai.

Kita menggunakan jasa Iceguide, salah satu provider yang udah sangat berpengalaman dibidangnya. Biaya yang harus dikeluarkan per orang untuk tur ini adalah 4.6 juta per orang included hiking di glacier dan ice cave. Jangan khawatir, semua peralatan udah disediakan mereka seperti helmet, crampons, harness dan ice axe. Yang perlu kalian perhatikan adalah jangan pakai sneaker dan jangan pakai celana jeans. Pakailah sepatu yang memang digunakan untuk hiking karena harus dipasang crampons. Bawa juga backpack untuk kalian isi minuman dan makanan. Karena kalian ga akan nemuin restoran ataupun kedai apapun ala ala indonesia sepanjang perjalanan hiking dan icecave.

Kita tiba dilokasi agak telat 10 menitan. Selesai semua persiapan, we are ready to witness the magic of iceland. Waktu untuk trip ini in total sekitar 5-6 jam. and that’s exactly what happen. Berangkat dari meeting point sekitar jam 10:30 pagi. Mobil yang kita gunakan adalah semacam mini van, total peserta adalah 6 orang (4 kami dan dua lagi sepasang kekasih, atau sepasang suami istri, i don’t know…ok ga penting). Sekitar 30 menit, kita beroffroad ria menuju lokasi hiking. Dan gw salut sama mini van ini ternyata kuat untuk dijadiin mobil offroad. Tiba dilokasi, kita ga cuma sendiri. Ada satu mobil lagi yang udah dilokasi, masih under provider iceguide, tapi mereka ambil paket dengan menggunakan mobil jeep. Well, tentu aja lebih mahal lagi biayanya. So total semua kurang lebih 12 orang.

Sebelum perjalanan dimulai, briefing pun dilakukan. Ice axe, harness dan crampons dibagikan. Karena perjalanannya belum diatas es maka crampons belum boleh dipasang. Dengan niat mau sambil foto foto, maka gw kepo megang crampons dan ice axe dan kamera sekaligus. Alhasil kepleset pun terjadi, untung ga ada luka ataupun keseleo. We finally reach the glacier hike point. Sebelum perjalanan dimulai, crampons pun dipasang. Cara berjalan diatas glacier pun didemokan. And the journey begin, sambil mencoba coba cara jalan yang ga biasa, karena basiclly kaki harus agak dihentakkan pada saat melangkah supaya duri duri dibawah sepatu nancep di es.

IMG_1543

Glacier hiking bisa dibilang gampang gampang susah. Awalnya mungkin ga terlalu susah tapi semakin menanjak, ada tantangan tersendiri untuk gw. Karena gw sebetulnya takut ketinggian, maka dibeberapa spot yang cukup miring agak agak bikin jiper. Bukan cuma miring, anginnya yang gila banget kencengnya bikin kita harus ekstra hati hati plus ditambah beberapa spot ada semacam lobang yang cukup besar dimana lobang itu adalah akses cepet jatuh kedalam goa. Sempet di satu momen, gw freaking out and i can’t keep on walking. Jadi gw bilang sama guidenya “you have to help me” and then he said to me “believe in yourself”. So i keep on moving and in the end we all made it. Waktu perjalanan hiking sekitar 1,5 – 2 jam. Sambil menahan lapar dan melawan angin, kita berhasil tiba di mulut ice cave.

ORG_DSC00593

Tiba dilokasi ice cave pertama, ada yang beristirahat, ada yang langsung keluarin semua peralatan kamera dan tripod. Gw termasuk yang langsung keluarin peralatan kamera. I mean i know the time is so short, so no time to get some rest. Sekitar 15 menit dimulut gua, the magic begin. Lorong lorong gua yang tadinya berwarna biru, dalam sejenak berubah menjadi warna kuning keemasan bercampur biru yang menandakan sang mentari muncul sejenak untuk sekedar memamerkan kecantikan si goa es. At that time i was stunned and blown away with the beauty of ice cave. Selesai foto foto di lorong mulut goa, maka kita diajak masuk kedalam. Memang ga susah sih masuk kedalam goa, tapi agak ribet aja karena harus crawling sambil megang megang tripod dan kamera. Black ice menjadi primadona didalam goa, lobang lobang ala ala goa jomblang pun menghiasi dalam goa sehingga cahaya masuk menyinari black ice cave.

Goa kedua yang kita kunjungi basically jauh lebih mudah karena hanya berupa lorong luas yang gelap sangat, hanya beberapa spot yang terang. Untuk kalian yang pernah mengunjungi goa jomblang, nah goa kedua ini persis mirip sama lorong luas sebelum tiba di spot cahaya surga. Ditempat inilah tripod sangat dibutuhkan. Dari kita berempat, hanya 3 orang yang masuk kedalam. Jun memutuskan untuk beristirahat dan makan siang, karena well emang kita semua belum lunch. Di masing masing goa, kita spend around 30-45 minutes. Selesai dari goa kedua, gw menuju sisi pantai untuk ngeliat langsung glacier dilaut. It was a mindblowing experience (ya iyalah secara ga pernah liat begituan), kepingan dan bongkahan es mengapung diatas laut, dari yang kecil sampe besar. Matahari pun mulai terbenam, menandakan sang malam akan tiba. Sedikit sinar matahari menemani kembalinya kami ke lokasi parkir. Untungnya perjalanan hiking balik kemobil adem ayem tanpa angin dan salju yang turun. We made it. I’m glad. In the end of the trip, i bow down gesturing how i respect the mother nature so much.

ORG_DSC00625

Mungkin kalian bertanya, trus kalau ga mau hiking apakah bisa ke lokasi ice cave. Nah tenang aja, ada berbagai paket yang bisa kalian pilih. Agent yang menyediakan tur pun banyak, kalian bebas pilih. Ice cave sendiri ada diberbagai lokasi ga cuma di Jokulsarlon. Lokasi glacier hike menurut gw lebih cakep di skaftafell. Skaftafell ada di sisi lain Vatnajokull National Park, bersamaa dengan Jokulsarlon. Hal pertama yang gw lakuin begitu sampe di mobil adalah makan roti lapis yang udah kita siapin dari guesthouse. Damn, it was the best i’ve ever had.

Malam ini kita stay di Thykkvibaer Guesthouse. Namanya guesthouse, jadi isinya terdiri dari kamar kamar. Kamar kita (again) terdiri dari satu ranjang size besar dan satu ranjang susun. Lokasi guesthouse ini semacam diantah berantah yang jauh dari keramaian. It looks so creepy at night, but it looks so damn beautiful in the morning. Lokasi guesthouse ini seperti daerah peternakan di pinggiran yang memang dirancang untuk yang cari ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Berbekal cuaca cerah tadi sore dan kata kata guide yang bilang kalau malam ini kemungkinan akan muncul aurora, maka kami bener bener mengharapkan kemunculannya malam ini. Tapi nasib berkata lain, ramalan aurora menyatakan kalau malam ini pun doi ga akan muncul. Berhubung besok udah malam terakhir, kami pun memutuskan untuk menggunakan penyedia jasa aurora tour.

Chapter 6 : Sólheimasandur Plane Crash

21 Desember 2017

It’s time to go back to Reykjavik. Kali ini kita akan menjelajah daerah south coast iceland sembari jalan balik ke Reykjavik. Pemberhentian pertama adalah kota kecil nan cantik Vík. Tempat yang kita kunjungi di kota kecil ini adalah gereja kecil berwarna putih dengan nuansa atap merah maroon. Memang tujuan kita kesini hanya sekedar menikmati indahnya kota Vík dan gereja ini. Karena memang bukan ini tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah Black sand beach di Reynisfjara.

ORG_DSC00690

Sebelum ke iceland gw uda bikin research mao foto kayak apa sih di black sand beach ini. Dengan ekspektasi sepi pengunjung, berbagai style foto uda melayang dikepala gw dan tinggal dieksekusi. Ah lagi lagi hujan turun menemani perjalanan kami hari ini. Tiba di lokasi, gw dikejutkan dengan banyaknya pengunjung di lokasi ini. Semua orang berlomba lomba foto didepan bebatuan basalt. Kontan mood gw untuk foto pun ilang ditambah hujan yang semakin gila bikin gw hanya foto ala kadarnya dan langsung menuju ke restoran dideket lokasi parkir. Black sand beach sendiri menurut gw stunning in its way, bukan tipe pantai yang cantik seperti pantai pantai diindonesia. This beach giving eerie vibe dengan lava beachnya yang berwarna hitam dan beberapa tebing yang menjulang dari laut. Ditambah cuaca hujan dan mendung, eerie vibe makin terasa. And maybe that’s why this place is an ultimate hit.

ORG_DSC00717

Tempat selanjutnya yang sejalan menuju Reykjavik adalah lokasi plane crash di Sólheimasandur. Gw tau dan yakin ini bukan spot populer untuk para turis, but i really wanna see it by myself. So ketika temen gw nanya “nextnya mao ke lokasi apa?” Gw kasi beberapa opsi salah satunya si plane crash ini.  Karena lokasi ga jauh dari black sand beach, jadi segeralah kami meluncur kesana. Dengan menggunakan gps, kita sampai dilokasi yang diarahkan oleh peta, sampai disana yang ada hanyalah kekosongan dan pintu masuk yang sudah ditutup. Ga buang waktu, kita langsung lanjut jalan lagi. Ga jauh dari tempat tadi, ada tempat penyewaan snowmobile. Karena belum pernah naik snow mobile, so we thought ok why not make a visit and who knows the price is suitable with our wallet. Dan sekalian numpang wc juga sih. Sembari nanya nanya soal snowmobile yang ternyata mehong, kita juga sekalian nanya lokasi plane crash. Ternyata lokasi parkiran nya sudah pindah dan mereka berbaik hati untuk nunjukin lokasi benernya.

Akhirnya tiba dilokasi yang ditunjukkan, kita bertiga turun. Jun milih stay di mobil. Jarak dari parkiran ke lokasi plane crash sekitar 4 km (jalan kaki ya guys). Cuaca yang ga bersahabat (baca : hujan) lagi lagi menemani perjalanan kami.  Sebetulnya 4 km itu ga jauh jauh amat, tapi karena hujan dan angin dan ditambah rutenya yang membosankan bikin gw jadi berasa “kok jauh banget ya”.  Rute jalan kakinya itu cuma lurus aja, kaga pake belok belok, dengan sisi kiri kanan udah dipasang penanda jalan agar para pejalan kaki tidak nyasar. Jujur ya, gw sempet mau nyerah karena uda mulai basah badan dan sepanjang mata memandang, itu bangkai pesawat sama sekali ga keliatan. Ditambah lagi karena ga ada wc dan gw kebelet kencing banget akhirnya sambil jalan gw sambil kencing donk di celana (terpaksa banget loh ini ), udah terlanjur basah juga tu celana. Jalan pun makin ga enak ya karena basah semua shay ampe sepatu sepatu plus bau kencing. Tapi temen gw bilang gapapa yuk lanjut aja uda setengah jalan. sekitar 40 -50 menit jalan kaki, akhirnya gw liat langsung plane crash yang notabene merupakan salah satu lokasi incaran para fotografer maupun penikmat unusual spot. Ga lama lama dilokasi karena udah mulai gelap dan hujan pun tambah deras, kami pun berjalan kembali ke parkiran.

ORG_DSC00732

Selesai sudah hari ini. Selain kencing dicelana, berita buruk belum selesai. Begitu sampe dimobil, i immediately cek my phone and that’s when the bad news come. Yap, semua tur aurora dicancel due to bad weather. So pupus sudah harapan untuk melihat aurora. But hey, let’s haunt her another time. So, berhubung malam ini malam terakhir di Iceland. Let’s have some fun at Reykjavik. Selesai beberesan, we decided to have some fun at the bar in Reykjavik. Ternyata kota reykjavik itu menurut gw walaupun kota kecil tapi cukup rame dan hidup loh. Orang orang lalu lalang berjalan kaki, terlihat restoran restoran dipenuhi candaan para warga reykjavik. Kesulitan utama disini adalah minimnya lahan parkir. Kita harus muter muter beberapa kali sampe akhirnya ketemu tempat parkir dipinggir jalan.

Bar kecil bernama Kiki bar pun ga lepas dari ramenya pengunjung. Karena penuh maka kami ga kebagian tempat duduk. Ga perlu nunggu lama, akhirnya kita berhasil duduk sambil menikmati sedikit minuman alkohol untuk menghangatkan badan. Gw lagi duduk duduk menikmati alunan musik musik hits taun 90an tiba tiba ada cowo yang ajak ngobrol. Turn out he always love asian people and he also travelling to asia several times. He will come to jakarta if nothing change and gw bilang just let me know if he somehow come to jakarta. It’s always nice to have some new friend during travelling. Too bad i only spend several hours at reykjavik.

Chapter 7 : O Aurora Where Art Thou?

Ga liat aurora selama di iceland? No that’s not the end of the disaster. Rencana awal adalah mengunjungi Strokkur (semburan air panas) dan melihat whale di laut lepas. Semuanya buyar. Pertama bicara soal Strokkur. Beberapa hari lalu kalau kalian inget gw sempet cerita akan kunjungi geysir atau strokkur didaerah Golden Circle. Tapi karena keterbatasan waktu, maka gw putusin untuk diskip aja. Ketika gw liat peta, Strokkur ini deket banget sama Reykjavik, hanya sekitar 10 menit. Jadi gw berpikir untuk mengunjungi lokasi ini di hari terakhir. And guess what, Strokkur yang muncul dipeta adalah Strokkur toko buku di kota reykjavik. Lokasi sesungguhnya berada di daerah golden circle. We don’t have time to go there anymore, so we decided to visit the infamous church in the city. Hallgrímskirkja adalah gereja tertinggi di Iceland dengan tinggi 74.5 meter. Nama gereja ini diambil dari nama seorang penyair Hallgrímur Pétursson, pengarang dari Passion Hymns.

ORG_DSC00751

Selanjutnya adalah tur melihat paus dilaut lepas. Karena masih banyak waktu, kita memutuskan untuk keliling kota reykjavik sembari mencari oleh oleh. Lagi lagi kita salah perhitungan, dengan anggapan lokasi pelabuhan deket dan mudah dicari, kita agak mepet waktunya menuju meeting point. Too bad, lokasi yang ditentukan ternyata susah banget dicari. Lokasi meeting poin akhirnya ketemu, dan itu adalah kantor kecil dimana namanya pun tak terlihat. Karena kita udah telat, kita minta tolong supaya direfund. Dan menurut info mereka, beberapa tur memang dicancel karena lagi lagi karena cuaca yang tidak mendukung untuk berlayar.

So what’s next? gedung harpa dan restoran fancy yang gw lupa namanya menjadi lokasi terakhir kami sebelum menuju airport. Overall, gw impress sama panorama iceland khususnya mengunjungi ice cave dan hiking di glacier is my favorit activity to do. Iceland during winter memang wajib karena kalian bisa melihat aurora dan mengunjungi ice cave. Selama summer, ice cave itu akan mencair dan kebentuk lagi di winter. So this is all my trip, 6 days in iceland. Selanjutnya kita akan kembali ke UK dan akan ada disana hingga new year 2018.


2 respons untuk ‘6 Days in Iceland – Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s