10 days at the United Kingdom Part 3 – England

Chapter 6 : Merry Christmas, One Disaster Day

25 Desember 2017

2 bulan sudah berlalu sejak trip ke Iceland dan UK, feels good when everything go back to normal again. My gym routine is back again. It’s time to rebuild my body after i lost some kg while on trip. Anyway, i’m trying so hard to finish all this story before i went for another trip. Oh iya hari ini gw ga masuk kerja karena lagi agak demam, mostly karena kecapean dan stress mungkin ya. I mean no matter how happy everyone, there’s no way we can escape from stress in real life right? The thing is how we react to it, i choose to fight it and become a winner. I’m actually very excited for my upcoming trip this year. But i’m not gonna tell you guys now. So sekarang aku akan lanjutin hari ke3 perjalanan di United Kingdom

I used to think i wanna celebrate my christmas someday in singapore because the decoration is so pretty. Never cross in my mind that i will be here at England celebrate Christmas. So yeah, it is truly a blessed. So rencananya adalah pagi pagi buta udah keluar dari London menuju kota Glastonbury. So kita bagi 2 team. 2 orang pergi menuju lokasi penyewaan mobil dan 2 lagi (gw dan jun) ke lokasi penginapan kita untuk tanggal 31 desember nanti dengan tujuan titip sebagian koper kita. Karena kita sewa mobil sangatlah tidak mungkin masukin 8 koper segede gede gaban kedalam satu mobil. Sebelumnya kita udah telepon dulu ke hotel ini kalau kita mau titip koper dan pihak hotel sudah menyatakan kalau kita bisa menitipkan koper kita. Alhasil ketika sampe sana, pihak resepsionis bilang kalau kita ga bisa menitipkan koper kita. And that was fuck up. Ya i mean we have to find another place to put our luggage. Sempet nanya nanya ke hotel sekitarnya, ada sih yang bisa tapi mahalnya ampun ampunan. Akhirnya kita menitipkan koper kita ke kantornya owner airbnb tempat kita menginap kemarin di london. Kalau ga salah sih 60 gbp untuk 4 koper selama kurang lebih 5 hari. Selesai semua urusan koper yang melelahkan ini kita memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu dan untuk menghemat waktu maka lunch pun take away untuk makan dimobil. Dan makan siang hari ini adalah McDonald, yes kalian ga salah baca. Jauh jauh ke UK makannya McD. Tapi ya kalian wajib coba, McD di sini enak banget khususnya chicken stripes nya. Enaknya parah! berharap someday di indo akan ada yang seperti itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 11an siang, yang bearti semua rencana molor gila gilaan dan again semua karena KOPER! Bisa dibilang ini adalah salah satu kesalahan kita yang ga direncanakan dengan matang. Ya sudah mari kita lanjutkan. By the way soal koper is not the only disaster. Let’s find out what’s next. So spot selanjutnya adalah Stonehenge. Nah oke, perjalanan sekitar 2 jam lah sama pipis dan istirahat. Bisa tebak ga apa yang terjadi? Yap betul, TEMPATNYA TUTUP SODARA SODARAAAA. Akhirnya cuma lihat dari kejauhan deh. Selesai? Belum! Let’s find out what’s the next disaster. Ga mau buang buang waktu karena udah semakin sore, maka langsung cus ke Glastonbury Tor. Tempat ini adalah bukit dengan St Michael’s Tower di puncak bukit. Tiba di lokasi, langit udah gelap banget, selain karena memang sudah sore banget plus mendung dan hujan. Awalnya kita mengira kalau tempat ini ditutup juga, tapi ternyata ada yang baru turun dari bukit glastonbury ini. So biarpun hujan, we decided untuk naik keatas. Gw sendiri ga selesai naik ke atas. Why? karena anginnya gila kenceng banget dan jalan keatas semakin menanjak. And it really feels like the cloud is so close with us. Jujur sih gw takut jadi akhirnya gw putusin untuk turun duluan sendirian sementara temen temen gw lanjutin perjalanan mereka keatas.

DSC01223
the best i can do and the only picture i have

Berhubung udah gelap dan sudah tiada tenaga untuk kemana mana lagi dan udah lelah banget sama hari penuh disaster ini maka tujuan selanjutnya adalah menuju penginapan. Selesai bencananya? Belum! One final disaster adalah umm sebentar aku lanjutin dulu ceritanya. Untungnya dari lokasi tadi menuju penginapan ga terlalu jauh. Akhirnya tiba di hotel, i think around 6 pm. Nama tempatnya adalah The Bear Inn. Lantai bawah adalah semacam restoran dan lounge untuk tempat kumpul kumpul. Berhubung hari ini adalah hari natal maka jam 6 sore sudah tutup. Ok ga masalah. lantas kita nanya donk kalau mau pesen dinner bisa ga? karena again ini adalah hari natal dan restorannya sudah tutup maka ga bisa pesen apa apa lagi. Basicly semua restoran di daerah tersebut tutup dan kita sama sekali ga ada stok makanan lagi. Akhirnya mungkin karena mereka kasihan sama kita, kita dikasih dua potong roti tawar. Ya udahlah ya daripada ga ada. So that’s it. Sisa hari ditutup dengan leha leha dan nonton tv.  Walaupun hari ini disaster, but truly a day to remember. That’s the point of travelling. Expect the unexpected and learn from mistake sehingga trip selanjutnya ga mengulang kesalahan yang sama. Eh iya lupa cerita, kamar gw ini bisa dibilang dibagian attic (atap), kan sering tuh kalau kalian nonton film hollywood khususnya yang rumahnya ada di daerah kota kecil, masi banyak yang rumah rumahnya ada kamar dibagian atas. Nah, i’m actually feels so lucky bisa ngerasain tidur di attic ini.

DSC01227

Oh iya sebelum aku tutup chapter ini, aku mau cerita sedikit soal Glastonbury Tor. Kalian mungkin bertanya tanya kenapa sih gw mau ke lokasi ini. Kalian pasti inget kan tahun lalu di bioskop sempet beredar film King Arthur. Sebuah legenda yang dianggap oleh sebagian orang sebagai kisah mitos. And as for me, i choose to believe the myth. Ok jadi begini. Selesai nonton film King Arthur, kontan gw googling lokasi lokasi yang berhubungan dengan King Arthur ini. Ya kan kali kali gw nemu pedang nya King Arthur. Nah Glastonbury ini salah satu lokasi yang dikaitkan dengan legenda tersebut. Glastonbury juga dikaitkan sebagai salah satu lokasi tempat dimana cawan suci yang digunakan Yesus Kristus berada. Tentu saja sampai sekarang kebenaran itu belum terbukti. Tapi gw percaya ada banyak rahasia yang terkubur dalam dalam dimasa lalu yang menunggu untuk terkuak suatu saat.

 

Chapter 7 : King Arthur

26 Desember 2018

Ga ada yang lebih membahagiakan daripada melihat matahari bersinar cerah pagi ini. Sebelum kembali melanjutkan perjalanan, kita sarapan dulu di lantai 1 hotel. Selesai sarapan kita sempetin dulu foto foto di lokasi lounge yang bernuansakan natal. Dekorasi dan pernak pernik natal menghiasi seluruh ruangan dilantai 1 ini.

IMG_1811

So tanpa berlama lama lagi kita meluncur lokasi selanjutnya yang seharusnya dilakukan kemarin. Next location adalah Glastonbury Abbey. Glastonbury Abbey adalah (reruntuhan) biara yang dipercaya punya kaitannya dengan legenda Raja Arthur. Kuburan Raja Arthur bisa kalian lihat juga di lokasi ini. Berbagai kisah mengenai Glastonbury Abbey ga akan aku bahas disini ya guys. Satu hal yang cukup menarik juga adalah bahwa adanya kisah Yusuf dari Arimetea pernah berkunjung kesini.

Awalnya begitu sampai di lokasi gw berpikir “wah jangan jangan hari ini tutup juga” karena sepi sama sekali dan ga ada petugas yang jaga. Akhirnya masuk ke toko souvenir deket pintu masuk dan bertanya dengan ibu penjaga toko. Thank God ternyata hari ini ga tutup. Ada tiket masuk yang harus dibayar 8.25 pounds atau kalau kalian mau lebih murah bisa beli sebelumnya secara online.

Glastonbury abbey ditemukan diabad ke 7 dan diperluas kemudian pada abad ke 10. Walaupun sempet terbakar dan mengalami kerusakan parah pada tahun 1184, namun dibangun kembali pada abad ke 14. Tidak banyak yang tersisa dari reruntuhan Glastonbury Abbey ini, sekitar 5 bangunan reruntuhan yang bisa kalian lihat. Walau demikian, keagungannya tetep berasa. Gw sendiri suka sama reruntuhan seperti ini, selalu amaze sama bangunan bangunan historic dan kisah kisah yang terkubur.

Sempet terjadi tragedi kecil disini. Temen gw jun menerbangkan drone disini karena cuaca lagi bagus banget. Setelah jeprat jepret beberapa foto ternyata dia salah setting atau gimana akhirnya drone tersebut nabrak pohon dan jatuh. Ya untungnya masi ke tanah sih jatuhnya, coba kalo kecemplung ke air. Secara itu drone harganya di atas 15 jeti.

DSC01260

DSC01275
Tomb of King Arthur

Ya udah kita bergegas ke lokasi selanjutnya. Mumpung masih cerah. Hati pun senang. Perjalanan selanjutnya adalah menuju Tintagel Castle. Masi berkaitan dengan Legenda Raja Arthur juga, dan ditempat tersebut juga ada gua sang penyihir Marlin. Sumpah gw excited banget. Perjalanan cukup jauh sih sekitar 2- 3 jam. Seperti cinta ku padamu, cuaca yang awalnya terang pun mulai gelap dan hujan pun lagi lagi turun. Salah satu kelemahan travelling saat winter ya gitu deh. Cuaca ga bisa ketebak. Jangan sedih, udah jauh jauh sampe sana….Tutup! ya tentu saja tutup karena berhubungan dengan hari natal. Sedih banget deh karena berasa ga ngapa ngapain 2 hari ini. Akhirnya kita bersinggah ke sebuah pub sembari mikirin nextnya mao kemana. Ga banyak pilihan sih karena udah jam 3 sore juga dan sebentar lagi pasti gelap. By the way, ini adalah pertama kalinya gw makan di pub dan menurut gw seru sih. Selain ramai dengan orang yang makan, tersedia juga beberapa game seperti billiard atau dart game untuk dinikmati pengunjung bar. Eniwei, lokasi selanjutnya itu adalah reruntuhan tapi gw sama sekali ga inget nama dan lokasi but here’s the picture. Yang gw inget adalah gw ga berani masuk kedalam karena selain ada peringatan tidak boleh masuk, somehow i feels there’s an energy that doesn’t feels good.

DSC01311

Selanjutnya kita ke kota cornwall karena disanalah malam ini kita menginap sebelum besok kembali ke london dan fly to scottland. Nama tempat penginapan kita malam ini adalah Cedars B and B. Mungkin ini adalah favoritku dari semua yang ada. Why? karena dekorasinya itu luar biasa cakep. Pertama di area lounge seperti biasa ada dekorasi natal lengkap dengan santa klaus dan hiasan lainnya. Kemudian di area tangga dan lorong dihiasi dengan wallpaper dengan warna soft dan boneka boneka serta rak buku dan buku buku tersusun dengan sangat rapi. Nuansa kekeluargaan sangat terasa di tempat ini.

IMG_1876

Lagi lagi problema makanan. Karena masih bernuansa natal maka hampir tidak ada yang buka. Jadi kita mencoba peruntungan dengan searching lokasi restoran terdekat. Restoran pertama gagal karena ternyata either memang tutup atau tutup lebih awal. Akhirnya kita memutuskan untuk ke supermarket untuk beli makanan, ternyata berseberangan dengan lokasi supermarket tersebut ada restoran makanan spanyol. So tanpa pikir panjang, kita langsung turun dan makan. Kalau di jakarta pembandingnya itu Basque de Tapas. Nah kurang lebih seperti itu deh makanannya. Selesai makan, kita kembali ke tempat penginapan untuk beres beres karena besok harus kembali ke London.

Chapter 8 : Journey To The Past

27 Desember 2018

Rencana awalnya sih kita mau keliling kota cornwall dan ke tourism spot nya, tapi rencana hanyalah tinggal rencana karena harus kembali ke London untuk mengejar flight ke Scottland. Satu satunya lokasi yang tersisa adalah Stonehenge yang tutup ditanggal 25 desember. Berbekal tiket yang kita beli secara online tadi malam, maka kami melanjutkan perjalanan menuju stonehenge. Cuaca cukup asik hari ini, cerah dan bersahaja. Yang ga asik hari ini adalah jalanan nya macet. Tadi malam kita booking tiket masuk ke stonehenge untuk jam masuk 12:30 siang. Waktu jam 12:00 kita masi bermacet macetan di entahlah itu dijalan apa. Karena mengejar juga waktu yang tertinggal, kita sempet ngebut melewati batas kecepatan dan untungnya kaga ditilang, cuma dikasi tanda ga boleh ngebut. Eniwei, setelah baca baca rulesnya, kalau melewati batas waktu yang tertera ditiket ga masalah. Lega kan. Belum. As i said, sehabis dari stonehenge kita masih harus buru buru kebandara untuk balikin mobil rental dan ngejar pesawat. Karena semua serba terburu buru, maka kunjungan ke stone henge pun hanya kisaran 30 menit. Ya sebetulnya sih emang ga ada apa apa juga disana selain melihat batu batu berdiri itu. Dari lokasi parkiran disediakan shuttle bus untuk menuju stone henge. Kalau kalian ada banyak waktu dan memilih untuk jalan kaki juga bisa karena banyak yang melakukan.

IMG_1903

Stonehenge adalah bangunan yang dibangun pada zaman perunggu dan neolitikum. Berbagai teori bermunculan berkenaan dengan bangunan bersejarah ini. Apa gunanya dan mengapa dibuat secara melingkar sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Teori mulai dari sebagai tempat pemakaman sampai teori alien pun terhubung dengan stonehenge. Walaupun tempat ini terlihat biasa aja, tapi ga mungkin kalau ke UK tanpa berkunjung ke stonehenge, right? So that’s all our story selama di England dan we will be back pada tanggal 31 desember 2017 untuk merayakan tahun baru. In the mean time we will fly to scottland. Maybe i will see Loch Ness, maybe?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s